Info

Resign Kerja Demi Bisnis? Perhatikan 6 Hal Berikut

Bekerja mungkin sebuah hal yang melelahkan, banyak tuntutan dan banyak hal yang harus diselesaikan walau di bawah tekanan yang luar biasa besar. Permasalahan-permasalahan akan banyak muncul di tempat kerja baik permasalahan dengan atasan maupun dengan sesam karyawan. Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut maka tempat kerja akan berubah menjadi neraka. Semua rasa senang dan bangga akan lenyap. Pekerjaan menjadi semakin sulit untuk diselesaikan bahkan sering kali membuat kualitas pekerjaan menjadi menurun.

Ketika seorang pekerja sudah sampai pada titik jenuhnya tentu saja ia akan mendapati dua pilihan. Pilihan yang pertama yakni tetap bertahan dan mencoba untuk memperbaiki semua kesalahan yang dilakukan atau resign. Ketika mencoba untuk bertahan, maka seorang pekerja harus siap dengan tekanan yang semakin hari akan semakin besar. Namun jika resign seorang pekerja juga harus memiliki plan atau rencana agar dia dapat tetap bertahan hidup.

Umumnya seorang pekerja ketika sudah keluar dari tempat ia bekerja akan memilih dua jalan. Ada yang memilih untuk mencari pekerjaan yang baru dengan posisi maupun job deskripsi yang berbeda atau sama. Namun ada pula yang akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Dengan membuka usaha sendiri maka dapat lebih mudah berkreasi dengan demikian ide yang ada dikepala jauh lebih tersalurkan. Namun dalam membangun sebuah usaha bukanlah hal yang mudah. Perlu persiapan yang matang. Berikut adalah 6 hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk resign demi membangun usaha.

Pertama, Apakah Waktu Yang Dipilih Tepat

Sebelum memutuskan untuk membuka usaha mandiri pastikan bahwa waktu yang Anda pilih itu merupakan waktu yang tepat.  Usaha bukanlah suatu hal yang bisa dianggap remeh, sehingga dalam menjalankannya juga butuh bekal yang banyak. Waktu untuk mempersiapkan bekal tersebut juga bisa jadi antar individu berbeda-beda. Maka dari itu, pastikan Anda telah mengenali diri Anda sepenuhnya sehingga bisa yakni bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membangun usaha mandiri.

Kedua, Yakin Sepenuhnya Dengan Bisnis Yang Akan Dirintis

Keyakinan penuh dalam membangun sebuah usaha atau bisnis juga menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk resign. Pastikan bahwa Anda telah memiliki plan yang jelas tentang usaha yang akan dibangun.

Ketiga, Mampu Keluar Dari Zona Nyaman

Memiliki bisnis mandiri berarti Anda harus siap dengan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan untuk mengalami kegagalan yang lebih pahit. Maka dari itu mempersiapkan mental untuk keluar dari zona nyaman menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan.

Keempat, Mengubah Rutinitas

Membangun usaha berarti melakukan hal yang baru. Jika Anda terbiasa dengan peraturan yang mengikat, ketika memiliki usaha sendiri berarti Anda harus siap untuk mendisiplinkan diri sendiri. Maka dari itu langkah awal yang dapat dilakukan yaitu mengubah rutinitas agar lebih disiplin dan teratur.

Kelima, Meningkatkan Kedisiplinan

Seperti yang sudah disinggung dalam poin keempat bahwa disiplin menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sebelum memulai sebuah usaha. Anda harus memiliki kedisiplinan tinggi agar nantinya usaha yang dijalankan dan melibatkan banyak orang menjadi lebih teratur dan terarah. Karena sekalipun membangun usaha sendiri, akan tetap ada part Anda berhubungan dengan orang lain.

Keenam, Mempunyai Tabungan Lebih

Tabungan menjadi hal yang penting untuk dipersiapkan sebelum memulai bisnis. Tidak ada yang menjamin bahwa bisnis yang dijalankan akan langsung sukses. Maka dari itu perlu ada tabungan yang dapat menjadi back up ketika keuangan mengalami kesulitan.

Share Button
Continue Reading
Info

Tips Sukses Miliki Usaha Nasi Goreng

Nasi goreng menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang tidak pernah kehilangan penggemar. Tua muda, pria maupun wanita semua menyukai olahan nasi ini. Tidak hanya itu, banyaknya penggemar nasi goreng hingga kini banyak sekali ragam olahan dari nasi goreng ini mulai dari nasi goreng kampung, nasi goreng sea food, nasi goreng ijo, dan olahan lainnya yang semakin kreatif namun tidak pernah menghilangkan ciri khas dari nasi goreng tersebut. Banyaknya olahan nasi goreng membuktikan bahwa makanan terenak nomer dua ini memang selalu memiliki tempat di hati para pecinta kuliner. Bahkan banyak turis luar negeri ketika berkunjung ke Indonesia yang akhirnya jatuh cinta dengan makanan tradisional yang satu ini.

Prinsipnya pembuatan nasi goreng dimana saja sama, yakni nasi matang digoreng bersama dengan berbagai bumbu racikan yang umumnya adalah bumbu rempah kemudian dibubuhi dengan kecap dan berbagai toping tambahan seperti telur, ayam, sea food, sosis, dan ada pula yang menambahkan sayuran seperti caisim, bawa daun, tomat, kubis, dan sayuran lainnya untuk menambah nilai gizi pada nasi goreng tersebut.

Banyaknya peminat dari makanan ini membuat usaha nasi goreng semakin hari semakin berkembang. Penjual nasi goreng sangatlah mudah untuk dijumpai. Setiap sore sampai malam banyak sekali berjejer penjual nasi goreng di tepi jalan rasa. Jika Anda merupakan penikmat makanan high class, nasi goreng juga banyak disajikan di berbagai restoran, cafe, bahkan hotel. Makanan yang satu ini memang selalu memiliki tempat dimana saja dan kapan saja. Banyak sekali penjual atau pemilik bisnis nasi goreng yang menjadi jutawan hanya dengan menjual nasi goreng. Tentu saja kesuksesan tersebut dapat dirasakan oleh siapa saja. Berikut beberapa tips yang dapat diikuti untuk menjadi pebisnis yang sukses khususnya dalam bidang kuliner seperti nasi goreng.

Pertama, Menjaga Kualitas Produk

Bahan yang dijual dalam bisnis kuliner yakni makanan yang telah diolah dan telah matang. Makanan tersebut nantinya akan dikonsumsi oleh pembeli. Sehingga kualitas produk berupa makanan yang telah diolah penting sekali untuk selalu dijaga kualitasnya. Jika sekali saja, kualitas produk menurun maka konsumen dapat saja pergi dan enggan untuk membeli makanan di tempat tersebut. Maka dari itu, sebagai pelaku bisnis penting sekali untuk melakukan tester atau pengujian kualitas makanan secara berkala. Pengecekan bahan baku juga menjadi hal dasar yang harus di lakukan. Jika bahan baku yang digunakan baik maka produk olahan yang dihasilkan juga akan baik. Pemberian bumbu juga penting untuk diperhatikan. Setiap pengusaha biasanya sudah memiliki resep yang baku untuk setiap olahan makanan yang dijualnya. Namun meskipun demikian, melakukan pengecekan terhadap kualitas bumbu juga penting untuk dilakukan.

Kedua, Memiliki Target Usaha

Target usaha menjadi salah satu hal yang penting untuk dibuat di awal sebelum melakukan usaha. Jika target usaha yang disusun benar maka dalam pelaksanaan usaha akan jauh lebih mudah. Target usaha yang dapat dibuat diantaranya yaitu, target konsumen, target pengembangan usaha seperti pembukaan cabang usaha, serta target omzet yang harus didapatkan per bulannya. Dengan adanya target maka dalam menjalankan sebuah usaha memiliki motivasi tersendiri untuk menyelesaikan target tersebut atau bahkan melampauinya.

Ketiga, Memilih Tempat Usaha Yang Tepat

Ketika ingin usaha nasi goreng yang dijalankan memperoleh konsumen yang banyak, maka salah satu hal yang perlu dilakukan yaitu memilih tempat strategis. Dengan tempat strategis maka konsumen akan jauh lebih banyak yang datang. Maka dari itu, sangat banyak penjual nasi goreng yang memilih tempat ramai seperti di sisi jalan rasa, alun-alun kota, maupun di tempat-tempat yang biasanya banyak dikunjungi oleh orang terutama di malam hari. Tempat yang strategis memberikan banyak keuntungan. Namun tetap harus dibarengi dengan usah-usaha lainnya seperti menjaga kualitas produk.

Keempat, Mematok Harga Yang Sesuai

Menjadi jutawan dalam sebuah usaha memang menjadi mimpi setiap orang, tak terkecuali bagi mereka yang memiliki usaha nasi goreng. Namun perlu diingat bahwa harga yang terlampau tinggi demi sebuah ambisi agar cepat mendapatkan keuntungan juga tidak baik. Harga yang tidak normal justru dapat memicu kehilangan konsumen, Maka dari itu penting sekali untuk melakukan perhitungan terlebih dahulu sebelum memulai usaha agar nantinya harga yang dipatok sesuai dengan pasar yang ada dan konsumen menjadi tidak dirugikan.

Kelima, Menampilkan Ciri Khas

Sebagaimana diketahui bersama bahwa penjual nasi goreng kini sudah semakin banyak. Persaingan semakin banyak dan ada dimana saja mulai dari skala kecil seperti pedagang kaki lima sampai restoran bintang lima. Maka dari itu, dalam melakukan usaha tersebut sangat penting untuk memiliki ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Ciri khas dapat dimisalkan dari jenis nasi goreng yang beragam. Ide untuk membuat nasi goreng yang variatif membuat konsumen tidak bosan dan justru akan senang jika mengonsumsi nasi goreng dari tempat tersebut.

Share Button
Continue Reading